Sejumlah warga saat memberihkan pohon pisang dari tengah jalan. (istimewa)
BeritaNganjuk.com — Aksi protes kreatif warga Dusun Miren, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tanjunganom, yang menanami jalan rusak dengan pohon pisang langsung membuahkan hasil manis. Tak butuh waktu lama, Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, bersama Plt. Kepala Dinas PUPR Nganjuk langsung meninjau lokasi kejadian hari ini, Rabu (4/2).
Kunjungan ini bukan sekadar tinjauan formalitas. Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen ini datang membawa solusi konkret. Merespons keluhan jalan rusak yang sudah terjadi selama bertahun-tahun, Pemkab Nganjuk memutuskan untuk tidak tanggung-tanggung dalam melakukan perbaikan.
Bukan Satu, Tapi Empat Titik Sekaligus
Dalam dialog terbuka yang hangat bersama warga di lokasi, Kang Marhaen memastikan bahwa perbaikan tidak hanya dilakukan pada satu titik jalan yang viral. Ia menginstruksikan Dinas PUPR untuk menangani empat segmen krusial di kawasan tersebut sekaligus, yakni:
“Minta satu saya kasih empat,” ujar Kang Marhaen yang disambut antusias oleh warga. Total penanganan diperkirakan mencakup panjang sekitar 800 meter untuk memastikan kenyamanan akses warga, terutama anak sekolah dan petani.
Gerak Cepat: Besok Langsung Survei, Lebaran Jalan Mulus
Tak ingin warga menunggu janji manis semata, Kang Marhaen langsung menetapkan timeline kerja yang ketat di hadapan warga.
“Besok pagi, Kamis jam 09.00 WIB, tim teknis PUPR langsung turun untuk survei pengukuran. Jenengan (warga) catat ini,” tegas Bupati.
Ia menargetkan proses pengerjaan fisik sudah bisa dimulai pada akhir Februari atau awal Maret mendatang. Target utamanya adalah sebelum Hari Raya Idul Fitri, jalanan di Dusun Miren sudah mulus kembali. “Dua minggu puasa harus sudah jadi, biar Lebaran nanti jalannya sudah enak dipakai warga,” tambahnya.
Transparansi Anggaran dan Sikap “Los Dol”
Meskipun mengakui adanya tantangan berat berupa pemangkasan anggaran daerah dari pusat sebesar Rp275 Miliar, Kang Marhaen memastikan prioritas untuk Dusun Miren tetap berjalan dengan mengalihkan pos anggaran lain yang kurang mendesak.
Terkait aksi viral warganya, Bupati menanggapinya dengan sikap kebapakan dan santai. Ia tidak melihat protes tersebut sebagai serangan, melainkan bentuk aspirasi yang wajar.
“Pemimpin itu telinganya harus lebar, matanya harus tajam. Kalau ada aspirasi warga, ya kita dengarkan. Oke, los, kita gaspol,” pungkasnya.
Langkah responsif Pemkab Nganjuk ini meredakan ketegangan yang sempat terjadi. Warga Dusun Miren yang sebelumnya bersiap memboikot pajak, kini mengapresiasi kehadiran pemerintah daerah yang hadir memberikan solusi nyata tanpa birokrasi yang berbelit-belit. (jal)
BeritaNganjuk.com -- Perum Perhutani dukung Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk menggelar kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka menyusun Rencana Kerja…
BeritaNganjuk.com -- Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Nganjuk bersama jajaran Forkopimda dan berbagai instansi terkait mengadakan Penanaman Jagung Serentak Kuartal…
BeritaNganjuk.com -- Dalam upaya membantu masyarakat tepi hutan yang merupakan mitra kerja di lapangan, Perhutani Divisi Regional Jawa Timur melalui…
BeritaNganjuk.com -- Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Nganjuk memanfaatkan momentum Ramadan 1447 H, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Nganjuk bersama…
BeritaNganjuk.com -- Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Nganjuk mengawal Tim Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Nganjuk dalam kegiatan Uji Petik…
BeritaNganjuk.com -- Dalam rangka mendukung suksesnya kegiatan pengelolaan Sumber Daya Hutan (SDH), Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Nganjuk bersama…